SEJARAH DESA GLADAG

  02 September 2021  |  DESA GLADAG

Sejarah merupakan sebuah kisah kuno yang terjadi bertahun-tahun bahkan berabad-abad lamanya yang memiliki makna sangat penting akan terjadinya atau berdirinya sesuatu tempat, kampung, desa bahkan suatu kerajaan. Adapun ringkasan ceritanya sebagai sebagai berikut, Pada Jaman Kejayaan Kerjaan Macan Putih ( Blambangan ) dibawah perintah Kanjeng Sinuhun Tawang Alun pada tahun 1536-1580, hidup dua orang bersaudara kakak beradik yang bernama Agung Sulung dan Sulung Agung.  Kedua orang Kakak beradik itu taat pada patuh terhadap peraturan. Pemerintah Kerajaan serta sangat mengagumi kebijaksanaan  Ratu Gustinya dalam mengemudikan pemerintahan dan membina rakyat, sehingga kaula Blambangan hidup sejahtera, aman dan tentaram

Setelah Kanjeng Sinuhun Tawang Alun Mangkat,  Kerajaan macan Putih  diambil alih oleh putra putra mendiang Parbu Tawang Alun secara berturut-turut  yaitu Pangeran Patih Sasranegara dan Pangeran Adipati Macan Apura. Menurut Penilaian Agung Sulung dan  Sulung Agung dalam mengemudikan Pemerintahan Pangeran Patih Sastanegara maupun Pangeran Adipati Macan Apura tidak sebijak mendiang Ayahnya dan sering merugikan kepentingan rakyatnya sehingga rakyat Blambangan merasa kecewa  dan dalam kehidupannya selalu diliputi kecemasan dan kurang tentram. Agung Sulung dan Sulung Agung juga merasa tidak tentram  dan selalu di liputi rasa kecewa  dalam kehidupan sehari-hari sehingga kedua kakak beradik bersepakat dan bertekat meninggalkan kampung  halaman serta mengembara mencari  kepuasan batin dan ketenangan hidup.

Disamping itu sepeninggal Kanjeng Sinuhun Tawang Alun  di kerajaan Macan Putih telah terjadi Perang Saudara yang sangat dasyat antara Pangeran Patih Sasranegara dengan Pangeran Adipati Macan Apura sehingga menyebabkan kelemahan serta kemunduran  Kerajaan Macan Putih dalam segala bidang. Dalam Perang saudara tersebut  Pangeran Patih Sasranegara dapat dikalahkan yang kemudian Pangeran Adipati Macan Apura naik Tahta. Sedangkan yang menjadi Patih diangkatnya adiknya yang lain  yang bernama  Pangeran Kartanegara namun kepemimpinan Pangeran Adipati Macan Apura tidak tahan lama dikarenakan kerjaanya di serang  oleh kerajaan Bali yang akhirnya Raja dan Patih bersama keluarga istana terpaksa meninggalkan istana , sedang para kaula  Balmbangan yang tinggal didalam kota juga menyingkir dan mengungsi unutk mencari perlindungan.

Sementara itu dalam pengembaraannya Sulung Agung dan Agung Sulung berpisah dan mengambil tujuan yang berbeda. Agung Sulung menuju kearah Barat  sedangkan Sulung Agung Menuju Kearah Tenggara. Dalam perjalannya sulung agung beristirahat atau Gletakan di suatu  tempat yang sampai sekarang ini tempat tersebut di berinama Desa Gladag ( Gletakan ). Sedang menurut ceritanya beberapa orang tua di daerah sekitar Rogojampi, Sulung Agung menjadi sesepuh ( Mungkin Penguasa) yang hannya menggunakan gelarnya Yakni Raden Lateng yang juga di kenal dengan sebutan  Demang Kaut Suromenggolo. Disamping itu Sulung Agung dikenal pula dengan sebutan Demang Kaut Senopati sehingga daerah yang di tempatinya sampai sekarang dikenal dengan Dusun Lateng sebagai tempat kedemangan atau Pemerintahan Desa Gladag.  ( Dinukil Oleh Pustaka Jawatimuran dari koleksi deposit  Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Gema Blambangan,GB.No.071/1997,hal 43-44. ). kawah ijen dan taman nasional baluran

Contact Details

  Alamat :   Jalan Sritanjung Nomor 04
  Email : pemdesgladag@gmail.com
  Telp. : 0333 6371635
  Instagram :
  Facebook : gladag.surangganti.9
  Twitter : desagladag


© 2021,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi